Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

PENIPUAN TERSEMBUNYI YANG SEDANG MENYESATKAN BANYAK ORANG DI ZAMAN INI

  Oleh *Fr Emanuel Boma* Di tengah perkembangan zaman, kemajuan teknologi, dan kehidupan modern yang semakin terbuka, manusia sebenarnya sedang menghadapi satu ancaman besar yang sering tidak disadari: penipuan rohani yang perlahan menjauhkan manusia dari Tuhan. Penipuan terbesar pada zaman ini bukan selalu tentang kejahatan yang terlihat jelas. Bukan hanya tentang kriminalitas, kekerasan, atau tindakan yang terang-terangan melawan kebenaran. Penipuan paling berbahaya justru hadir secara halus, nyaman, terlihat normal, bahkan kadang dibungkus dengan kesan rohani dan modern. Itulah sebabnya banyak orang tidak sadar bahwa mereka sedang tersesat sedikit demi sedikit. Hari ini kita hidup di tengah generasi yang terlihat religius, tetapi banyak kehilangan kehidupan rohani yang sejati. Banyak orang masih pergi ke gereja, aktif dalam pelayanan, menyanyikan lagu pujian, mengunggah ayat Alkitab di media sosial, dan berbicara tentang Tuhan. Namun pada saat yang sama, hidup mereka perlahan di...

Postingan Terbaru

Mahasiswa dan Konfrater Keuskupan Bersatu dalam Nobar dan Diskusi: "Papua Bukan Tanah Kosong!"

WEST PAPUA ADALAH MILIK BANGSA PAPUA DAN INDONESIA DI WEST PAPUA SEJAK 1 MEI 1963 ADALAH ILEGAL

MAKNA FILOSOFI DIMI AKAUWAI AWI SERTA RELEVANSINYA DENGAN EKSISTENSI KARYA ROH KUDUS DALAM KEHIDUPAN SUKU MEE

Penerapan Tota Mana bagi Mahasiswa Meepago dalam Tahap Kepercayaan Individuatif-Reflektif: Dialektika Nilai Budaya Mee dan Iman Kristiani.

Analisis Kritis Tragedi Dogiyai: Antara Mandat Konstitusi dan Realitas Kekerasan terhadap Warga Sipil

Habermas dan Neles Tebay: Dialog Damai Papua

Antara Terlihat Berbeda dan Menjadi Diri Sendiri

Hiduplah Sebagai Manusia sebuah Implikasi IKIGAI & GAINU

Tantangan Inkarnasi: Relevansi Dogma “Sungguh Allah Sungguh Manusia” dalam Menjawab Persoalan Kristologi Kontemporer

Apakah sesuatu yang disebut “nasional” otomatis menjadi bonum commune atau (kebaikan bersama) bagi masyarakat lokal?