Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Tantangan Inkarnasi: Relevansi Dogma “Sungguh Allah Sungguh Manusia” dalam Menjawab Persoalan Kristologi Kontemporer

  Oleh: Yulianus Kebadabi kadepa  Istilah inkarnasi berasal dari bahasa Latin in carne, yang secara harfiah berarti “menjadi daging.” Dalam teologi Kristen, konsep ini menunjuk pada peristiwa ketika Allah yang transenden, melampaui ruang dan waktu untuk memasuki sejarah manusia melalui pribadi Yesus Kristus. Inkarnasi dipahami sebagai tindakan ilahi yang menyatukan kodrat ilahi dan kemanusiaan dalam satu pribadi, sehingga Allah hadir nyata dalam pengalaman manusia (KGK 461-469). Ajaran Gereja menegaskan bahwa Yesus, dalam kemanusiaan-Nya, memiliki seluruh unsur manusia yang jiwa, kehendak, dan tubuh, tanpa kehilangan kodrat ilahi-Nya (KGK 470-478). Maka, Yesus Kristus adalah sungguh Allah dan sungguh manusia. Namun, dalam konteks modern, doktrin ini menghadapi tantangan. Sekularisme menekankan Yesus sebagai figur sejarah, sementara spiritualisme cenderung menyoroti aspek ilahi hingga mengabaikan kemanusiaan-Nya. Dalam refleksi teologis atas inkarnasi penting untuk memahami bah...

Postingan Terbaru

Apakah sesuatu yang disebut “nasional” otomatis menjadi bonum commune atau (kebaikan bersama) bagi masyarakat lokal?

STFT Fajar Timur Resmi Menjadi Universitas Katolik (UNIKA) Papua

Martabat Manusia dan Keadilan Sosial

BERFILSAFAT: MEMBENTUK MANUSIA RADIKAL DALAM BERPIKIR

lembaga Eksekutif: Pergerak Utama Dalam Menjalankan Pemerintahan Kebijakan Negara

Dimi Akauwai: “Aku Berpikir Maka Aku Ada”

Pentingnya Melestarikan Alam Semesta

PEMBELA HAM: BERSENJATA FIRMAN TUHAN

Tanah Papua Sebagai Target Investasi Presiden Prabowo

PENA MENULIS TENTANG BERCAK DARAH