HARAPAN YANG MENDARAT DI AGIMUGA: REFLEKSI TEOLOGIS-PASTORAL ATAS PERJALANAN IMAN DAN KEHADIRAN GEREJA
Oleh: Frater Yulianus kadepa Perjalanan pada hakikatnya tidak hanya menunjuk pada perpindahan seseorang dari satu tempat ke tempat lain. Perjalanan juga merupakan proses pembentukan diri melalui pengalaman, perjumpaan, pengorbanan, dan keterbukaan terhadap realitas yang dijumpai. Dalam perspektif iman Kristiani, perjalanan dapat dipahami sebagai sebuah ziarah iman, yaitu proses manusia menemukan dan mengalami kehadiran Allah dalam berbagai situasi konkret kehidupannya. Dalam Kitab Suci, pengalaman iman sering kali berkaitan dengan perjalanan dan keberanian meninggalkan sesuatu yang telah dikenal untuk menuju kepada sesuatu yang ditunjukkan Allah. Hal ini tampak dalam panggilan Abraham: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu” (Kej. 12:1). Pemahaman tersebut menjadi semakin nyata dalam perjalanan menuju Paroki Kebangkitan Agimuga, dekat Timika Agimuga Papua. Bagi saya, Frater Yulianus Kadepa, yang se...
.jpg)





