Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Penerapan Tota Mana bagi Mahasiswa Meepago dalam Tahap Kepercayaan Individuatif-Reflektif: Dialektika Nilai Budaya Mee dan Iman Kristiani.

Foto bersama  Pada hari Sabtu, 18 April 2026, telah dilaksanakan forum diskusi mendalam yang melibatkan intelektual muda dan calon pemuka agama di Asrama Yamewa Paniai, Perumnas 3 Waena, Jayapura. Diskusi ini dihadiri oleh 35 mahasiswa asal Kabupaten Paniai yang sedang menempuh studi di Jayapura. Forum ini dikawal langsung oleh: Fredi Mote (Ketua Asrama Paniai dan Aktivis Mahasiswa Gaibiiii Boma) serta FKM-KP se-Kota Studi Jayapura Geri Pigome (Sekretaris) dan Penasihat. Diskusi menghadirkan narasumber utama dari kalangan Frater, yakni Fr. Riki Yatipai, Fr. Fransiskus Yatipai, Fr. Florens Tebai. Konstruksi Budaya: Tota Mana dan Koyeidaba Fr. Fransiskus Yatipai membuka sesi dengan menegaskan bahwa Tota Mana adalah fondasi etika luhur suku Mee yang mencakup pranata sosial seperti cincang pagar dan norma-norma luhur lainnya. Dalam sejarahnya, suku Mee mengenal Koyeidaba sebagai figur penyelamat yang muncul di tengah krisis. Secara teologis, konsep ini bertemu dengan konsep Ugatam...

Postingan Terbaru

Analisis Kritis Tragedi Dogiyai: Antara Mandat Konstitusi dan Realitas Kekerasan terhadap Warga Sipil

Habermas dan Neles Tebay: Dialog Damai Papua

Antara Terlihat Berbeda dan Menjadi Diri Sendiri

Hiduplah Sebagai Manusia sebuah Implikasi IKIGAI & GAINU

Tantangan Inkarnasi: Relevansi Dogma “Sungguh Allah Sungguh Manusia” dalam Menjawab Persoalan Kristologi Kontemporer

Apakah sesuatu yang disebut “nasional” otomatis menjadi bonum commune atau (kebaikan bersama) bagi masyarakat lokal?

STFT Fajar Timur Resmi Menjadi Universitas Katolik (UNIKA) Papua

Martabat Manusia dan Keadilan Sosial

BERFILSAFAT: MEMBENTUK MANUSIA RADIKAL DALAM BERPIKIR

lembaga Eksekutif: Pergerak Utama Dalam Menjalankan Pemerintahan Kebijakan Negara