Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

MAKNA FILOSOFI DIMI AKAUWAI AWI SERTA RELEVANSINYA DENGAN EKSISTENSI KARYA ROH KUDUS DALAM KEHIDUPAN SUKU MEE

  Program Pendidikan Bahasa Indonesia, Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi, “Fajar Timur”, Jayapura, Papua. Oleh: Emanuel Boma, Johan F. Tebai, Wilhelmus Tigi ABSTRAK Suku Mee kaya akan nilai-nilai kebijaksanaan yang mengakar kuat dalam hidup. Ajaran filosofi dimi akauwai awi adalah salah satu yang paling terkenal. Dimi akauwai awi merupakan ajaran filosofis yang mengajarkan supaya menjadikan akal budi sebagai “kakak” dalam menghadapi persoalan hidup. Penelitian ini bersifat kualitatif. Bertujuan untuk menggali dan mendeskripsikan makna dimi akauwai awi serta bagaimana ungkapan filosofis ini berperan dalam mendorong manusia Mee menuju kebijaksanaan dalam hubungannya dengan Roh Kudus. Sumber data penelitian bersumber dari informan serta analisis dokumen. Teknik pengumpulan data yang dipakai adalah wawancara dan kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ajaran filosofi dimi akauwai awi bukan hanya berbicara dalam aspek manusiawi saja, tetapi juga menggambarkan serta menunjukka...

Postingan Terbaru

Penerapan Tota Mana bagi Mahasiswa Meepago dalam Tahap Kepercayaan Individuatif-Reflektif: Dialektika Nilai Budaya Mee dan Iman Kristiani.

Analisis Kritis Tragedi Dogiyai: Antara Mandat Konstitusi dan Realitas Kekerasan terhadap Warga Sipil

Habermas dan Neles Tebay: Dialog Damai Papua

Antara Terlihat Berbeda dan Menjadi Diri Sendiri

Hiduplah Sebagai Manusia sebuah Implikasi IKIGAI & GAINU

Tantangan Inkarnasi: Relevansi Dogma “Sungguh Allah Sungguh Manusia” dalam Menjawab Persoalan Kristologi Kontemporer

Apakah sesuatu yang disebut “nasional” otomatis menjadi bonum commune atau (kebaikan bersama) bagi masyarakat lokal?

STFT Fajar Timur Resmi Menjadi Universitas Katolik (UNIKA) Papua

Martabat Manusia dan Keadilan Sosial

BERFILSAFAT: MEMBENTUK MANUSIA RADIKAL DALAM BERPIKIR