Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Dogiyai Kembali Berdarah: Di Mana Keadilan Pemerintah dan Kapolres serta Polsek bagi Rakyat?

  Oleh: kadepa Gertak  Dogiyai, Papua Tengah -Minggu, 10 Mei 2026. Kembali terjadi peristiwa berdarah di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah. Seorang warga bernama Nopison Tebai, warga Kampung Idadagi, Distrik Dogiyai, dilaporkan meninggal dunia akibat penembakan yang terjadi di halaman Kantor Distrik Dogiyai pada Minggu (10/5). Peristiwa tersebut diduga melibatkan aparat dari Kepolisian Resor (Polres) Dogiyai dan kembali menimbulkan duka mendalam serta kemarahan di tengah masyarakat. Warga menilai insiden ini menjadi bukti bahwa rasa aman dan keadilan masih jauh dari harapan masyarakat Dogiyai. Kejadian yang berlangsung di area kantor pemerintahan itu memunculkan pertanyaan besar dari masyarakat mengenai perlindungan terhadap warga sipil. Tempat yang seharusnya menjadi pusat pelayanan dan perlindungan masyarakat justru kembali menjadi lokasi jatuhnya korban jiwa. Masyarakat Dogiyai mengaku selama ini hidup dalam ketakutan akibat berulangnya peristiwa kekerasan yang terjadi di wil...

Postingan Terbaru

Yesus dan Kaum Tertindas: Relevansi Teologi Pembebasan di Papua

PENIPUAN TERSEMBUNYI YANG SEDANG MENYESATKAN BANYAK ORANG DI ZAMAN INI

Mahasiswa dan Konfrater Keuskupan Bersatu dalam Nobar dan Diskusi: "Papua Bukan Tanah Kosong!"

WEST PAPUA ADALAH MILIK BANGSA PAPUA DAN INDONESIA DI WEST PAPUA SEJAK 1 MEI 1963 ADALAH ILEGAL

MAKNA FILOSOFI DIMI AKAUWAI AWI SERTA RELEVANSINYA DENGAN EKSISTENSI KARYA ROH KUDUS DALAM KEHIDUPAN SUKU MEE

Penerapan Tota Mana bagi Mahasiswa Meepago dalam Tahap Kepercayaan Individuatif-Reflektif: Dialektika Nilai Budaya Mee dan Iman Kristiani.

Analisis Kritis Tragedi Dogiyai: Antara Mandat Konstitusi dan Realitas Kekerasan terhadap Warga Sipil

Habermas dan Neles Tebay: Dialog Damai Papua