Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Makan Bersama dengan Suami Istri yang Tidak Bisa Melihat sebagai Wujud Tugas Perutusan

  Frater (Top) Tuhun Orientasi pastoral  Di Paroki Kebangkitan Agimuga  Keuskupan Timika  Yulianus kadepa  Tidak harus menjadi orang besar dan kaya raya untuk dapat melayani sesama. Bagi saya, menjadi seorang Frater berarti bersedia diutus oleh Allah untuk hadir dan melayani siapa saja, terutama mereka yang miskin, menderita, terlupakan, dan membutuhkan perhatian. Perutusan tidak selalu diwujudkan melalui sesuatu yang besar. Kadang-kadang, perutusan justru hadir dalam perjumpaan yang sederhana, dalam sebuah rumah, dalam sebuah percakapan, bahkan dalam satu meja makan. Salah satu pengalaman yang sangat berkesan bagi saya adalah ketika saya mendapat kesempatan makan bersama seorang suami dan istri yang tidak dapat melihat. Bapa dan Mama ini memiliki keterbatasan dalam penglihatan, tetapi mereka menerima saya dengan penuh kasih dan melayani saya dengan begitu baik. Saya datang sebagai seorang Frater yang merasa diutus untuk hadir bersama mereka, tetapi dalam perjum...

Postingan Terbaru

Kebun Anggur Tuhan Ada di Tengah Kehidupan Kita: Frater Yulianus Kadepa Mengunjungi Seorang Lumpuh dan Kehilangan Ingatan

HARAPAN YANG MENDARAT DI AGIMUGA: REFLEKSI TEOLOGIS-PASTORAL ATAS PERJALANAN IMAN DAN KEHADIRAN GEREJA

“SURGA” DAN “NERAKA” SEBAGAI METAFORA SOSIAL: PERSPEKTIF TEOLOGI PEMBEBASAN GUSTAVO GUTIÉRREZ DALAM MEMBACA REALITAS TANAH PAPUA

Education sebagai Kunci Pembebasan dari Penindasan, Belajar dari Nelson Mandela