Makan Bersama dengan Suami Istri yang Tidak Bisa Melihat sebagai Wujud Tugas Perutusan
Frater (Top) Tuhun Orientasi pastoral Di Paroki Kebangkitan Agimuga Keuskupan Timika Yulianus kadepa Tidak harus menjadi orang besar dan kaya raya untuk dapat melayani sesama. Bagi saya, menjadi seorang Frater berarti bersedia diutus oleh Allah untuk hadir dan melayani siapa saja, terutama mereka yang miskin, menderita, terlupakan, dan membutuhkan perhatian. Perutusan tidak selalu diwujudkan melalui sesuatu yang besar. Kadang-kadang, perutusan justru hadir dalam perjumpaan yang sederhana, dalam sebuah rumah, dalam sebuah percakapan, bahkan dalam satu meja makan. Salah satu pengalaman yang sangat berkesan bagi saya adalah ketika saya mendapat kesempatan makan bersama seorang suami dan istri yang tidak dapat melihat. Bapa dan Mama ini memiliki keterbatasan dalam penglihatan, tetapi mereka menerima saya dengan penuh kasih dan melayani saya dengan begitu baik. Saya datang sebagai seorang Frater yang merasa diutus untuk hadir bersama mereka, tetapi dalam perjum...


.jpg)
