Hiduplah Sebagai Manusia sebuah Implikasi IKIGAI & GAINU


  

Oleh: Martinus D. Tenouye


Ikigai & Gainu

Dalam sebuah tulisan ini hendak menjelaskan ke dua kata ini Ikigai dan Gainu. Mengapa sampai penulis bisa memilih kata ini dan mengapa tidak memilih kata yang lain. Pasti kebanyakan orang asing mendengar kata ini, apalagi sedikit bahasa filosofis. Tentu bahwa memang ini bahasa atau kata filosofi, orang-orang yang sudah mempelajarinya atau mengenalnya pasti mereka tahu dari pada itu. Membahas tentang menemukan kebermaknaan hidup yang telah hilang di zaman sekarang. Kita menemukan kedua nilai ini dalam dua bahasa yang berbeda yaitu bahasa Jepang dan bahasa Mee. Ikigai adalah bahasa atau filosofi hidup bangsa Jepang sedangkan Gainu adalah bahasa atau filosofi hidup bangsa Papua khususnya suku Mee.

Zaman sekarang, kebanyakkan orang mengatakan masa lalu itu masa lalu, masa sekarang itu masa sekarang, masa depan itu masa depan. Kalau berpikir seperti itu berarti dunia berpikir anda sedang dipermainkan oleh orang lain, anda tidak berpikir sebagai manusia tetapi sebagian manusia sebagian bukan manusia. Sebenarnya itu manusia yang bisa berpikir, berhak untuk hidup mandiri, bebas dari hidup ketergantungan, namun semuanya itu sebaliknya. Sayangnya, manusia tidak punya rumah, artinya rumah berpikir kritis terhadap hidup. Tidak punya rumah berpikir kritis karena kebanyak orang tidak ingin mengkritik hidup yang anda alami,rasa,sentuh dll.

Selalu ingin ikut arus, menyemukan jadi diri bukan sebuah permainan sesaat. Harus masuk ke dalam dunia berpikir yang keras tapi berpikir bijak dan positif. Dalam konteks ini dan juga tulisan awal ini hendak memberikan sebuah pemahaman bagi anak muda tetapi termasuk semua orang tanpa mengenal usia tentang sikap berani,tegas, bijak, dan kritis. Beberapa nilai ini, memberikan pemahaman berdasar kedua filosofi tersebut yakni Ikigai dan Gainu.

IKIGAI

Ikigai dikenal sebagai konsep mengenal nilai hidup yang berasal dari Jepang yang menjelaskan bagaimana sebuah makna dan tujuan hidup dapat ditemukan hingga mampu memunculkan perasaan kebermaknaan dan kebahagiaan dalam hidup yang dapat membuat hidup menjadi berkelanjutan.https://medium.com/@zelinavenesia/ikigai-filosofitakeing). Istilah ikigai sudah dikenal secara umum oleh bangsa Jepang karena ikigai sudah ada sejak lama (794-1185). Dalam bahasa, kata “gaii” dalam ikigai diambil dari kata “kai” yang berarti tempurang kerang. Bangsa Jepang menganggap tempurung kerang sangat bernilai. Hal tersebut menjadi alasan mengapa ikigai diartikan sebagai nilai kehidupan.

Kita melihat istilah Ikigai ini sebenranya orang atau bangsa Jepang mereka tidak ingin pergi dari kehidupan mereka. Karena mereka sangat mencintai diri sendiri, sesama, ajaran agamanya, budayanya, alamnya. Bangsa Jepang berpikir bahwa mereka adalah manusia. Artinya bahwa bisa berpikir sendiri, bisa kerja sendiri tidak ingin ketergantungan hidup atau tidak ingin hidupnya sangat berharap kepada orang lain saja. Akan tetapi mereka yakin dan percaya bahwa tanah mereka, rumah mereka, hutan mereka adalah kehidupan mereka, maka mereka tidak pernah lari dari kehidupan asli mereka.

Dalam istilah di atas menyatakan bahwa menyemukan kebermaknaan hidup harus kerja. Benar bahwa bangsa Jepang menyemukan nilai Ikigai itu sangat bermanfaaf bagi kehidupan mereka. Dalam nilai Ikigai, bagi siapa yang tidak tahu berkerja maka hidup akan jadi berat. Tetapi kepada siapa yang bekerja maka ia akan dapat makan dan akhirnya bahwa.

Jika nilai “Kai” artinya tempuran kerang. Dalam bahasa lokal atau bahasa sehari-hari orang Jepang selalu menyatakan “kalau anda ingin hidup dalam kebermaknaan hidup yang sangat berlimpah, maka anda harus bijak” kalimat ini penulis telah menjelas di bagian pengantar. Biasanya ketika mengambil atau memutuskan suatu tindakan bangsa Jepang selalu dipikirkan sebelum itu dan selalu munculkan pertanyaan-pertanyaan mendalam. Ini artinya bahwa jika melakukan sesuatu seyogiyamya mengambil keputusan itu secara bijak, supaya tidak terjebak dalam sumur yang gelap gelap. Setiap situasi harus tanggapi dengan cara bijak.

Gainu

Gainu adalah salah satu nasehat terbaik dalam suku Mee. Sejak nenek moyang suku Mee sampai sekarang kata Gainu selalu dipakai sebagai nasehat bijak. Orang-orang bijak kata ini dipakai sebagai bahasa pengawal agar tidak sembarang pilih hidup, melainkan memilih hidup yang positif yang bijak sebagai manusia.

Gai berarti berpikir, hati-hati sedangkan Gainu berarti anda harus hati-hati. Hati-hati jangan sampai anda jatuh, jangan sampai anda sakit, jangan sampai anda cepat jatuh ke dalam tangan-tangan setan, hati-hati jangan sampai kenya penyakit lalu mati. Kata-kata seperti ini keluar dari mulut-mulut orang bijak supaya tidak memilih hidup yang salah, melainkan tetap hidup memilih hidup yang positif dan bijak sebagai manusia.

Konteks ini bagi suku Mee khusus generasi muda hati-hatilah dari semua realitas ini. Jangan sampai memilih hidup yang tidak benar. Khusus bagi Generasi muda, kita harus lebih hati-hati dengan dunia sekarang. Kita suku Mee adalah manusia sejati. Kalau anda sadar bahwa anda adalah manusia sejati maka malulah dan sadarlah. Kita sendiri tahu dunia yang sedang berkembang khusus penderitaan penyakit HIV. Penyakit itu adalah sangat berbahaya bagi gereasi sekarang, dalam nilai filosofi menyatakan Gainu berarti anda harus berpikir anda harus lebih hati-hati dari realitas tersebut di atas.

Gainu itu bukan sampai sebatas generasi muda akan tetapi semua orang khusus suku Mee. Termasuk makan pinang, minum minuman keras, seks sembarang hal hal itu bukan duniamu. Itu namanya merusak generasi, merusak manusia dan juga merusak kehidupan anda sendiri. Yang kita butuh hari ini adalah berjuang untuk hidup damai, tenang dan mencari nilai-nilai kebermaknaan hidup. Oleh sebab itu, kita harus bebas dari semua hal ini.

Apakah kita juga tidak sadar bahwa kita sedang hidup dalam penjajahan. Para kolonial akan senang jika anda terlibat dunia-dunia gelap di atas seperti minum minuman karas, seks sembarang dan lain-lain. Kalau generasi muda OAP tidak lepas dari hiburan-hiburan tidak sehat ini, anda jangan berpikir bahwa tanah itu milik anda, orang akan mengusai. Tetapi jika anda masih mencintai anda punya diri, anda punya alam, anda punya tanah maka lepaskanlah dari hiburan-hiburan tidak sehat.


Komentar

Postingan Populer