KEKERASAN DI ATAS BUMI TIDAK MENCIPTAKAN KEDAMAIAN
Oleh: Martinus Tenouye
Setiap orang adalah pejuang-pejuang sejati mencari kebermaknaan hidup. Dalam konteks kata mencari kebermaknaan hidup ini orang tidak ingin hidup dalam penderitaan, melainkan mereka ingin hidup dalam damai, hidup dalam ketenangan dan hidup dalam kebahagiaan. Dalam hidup jika ada kejahatan pasti kita tahu kejahatan tersebut datang dari mana dan siapa yang ciptakan. Kolonial sering menciptakan kejahatan karena ingin menguasai hak-hak masyarakat. Ketika penjajah “kolonial” ingin menguasai hak-hak masyarakat, ia tetap melakukan berbagai kejahatan terhadap masyarakat karena ingin menguasainya. Mimpi paling buruk serta rencana-rencana negatif yang dimiliki oleh kolonialisme adalah mereka hendak menghancurkan jati diri, budaya, dan nilai-nilai spiritual bangsa yang dijajah dan juga kolonialisme selalu mencari banyak cara untuk memusnahkan manusia. Untuk memusnahkan manusia itu kolonialisme akan mengunakan banyak bentuk kekerasan; Seperti negara tidak peduli terhadap nilai kemanusiaan, kebenaran dibungkam, orang yang tidak bersalah ditembak, diperkosa sampai masuk nadi penjara, dusun maupun hutan diambil secara tidak manusiawi, tidak beretika alam, ini adalah bentuk kekerasan yang dibuat oleh kolonialisme. Semua bentuk kekerasan merupakan nyata dan fakta yang terjadi di seluruh dunia khususnya di atas tanah Papua. Kejahatan tersebut di atas dilakukan oleh kolonial Indonesia, oleh sebab itu ingin menegaskan bahwa penjajahan (kolonialisme) harus dihapuskan.
Seperti dasar hukum yang ada dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tuhan 1945, Alinea pertama “ bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.” Dalam praktiknya, penjajahan menyebabkan penderitaan bagi bangsa yang dijajah, seperti penindasan, perampasan hak, eksploitasi sumber daya alam, serta hilangnya kebebasan dan identitas budaya. Dalam UU 1945 bahwa dengan menghapus penjajahan, setiap bangsa dapat hidup merdeka, artinya bahwa setelah menghapuskan penjajahan tersebut maka semua orang bebas dari segala bentuk penderitaan.
Dengan cara apa supaya dibebaskan dari suatu penderitaan dan apa solusi untuk menuju kedamaian sejati? Kita bisa belajar dari perjuangan Mahatma Gandhi. Mahatma Gandhi adalah tokoh perjuangan kemerdekaan India. Gandhi menyakini bahwa setiap perjuangan yang dilakukan dengan kekerasan hanya menimbulkan penderitaan. Baginya, martabat manusia harus dijunjung tinggi dalam setiap aksi perjuangan, artinya perjuangan tidak boleh mengorbangkan nilai-nilai kemanusiaan.
Prinsip perjuangan tanpa kekerasan yang diajarkan Gandhi menekankan kekuatan moral dan sadar diri. Dengan itu, prinsip perjuangan tanpa kekerasan yang diajarkan oleh Mahatma Gandhi, yang dikenal dengan istilah ahimsa dan satyagraha, menekankan bahwa kekuatan sejati tidak berasal dari kekerasan fisik, melainkan dari kekuatan moral, kesadaran diri dan berpegang tegu pada kebenaran. Menurut Gandhi, manusia yang memiliki keberanian moral dan kendali diri mampu melawan ketidakadilan tanpa harus menimbulkan penderitaan bagi orang lain. Dalam pandangannya, kekerasan hanya melahirkan kebencian dan balas dendam, sedangkan perjuangan tanpa kekerasan mampu menyentuh hati nurani lawan dan mengubah pandangan mereka secara damai. Dengan cara ini, kedamaian sejati akan dicapai.
Dandi March atau Salt March (Perjalanan Garam) adalah salah satu gerakan perjuangan tanpa kekerasan. Ini merupakan salah satu aksi dalam perjuangan tanpa kekerasan melawan penjajahan Inggris. Suatu seketika itu Gandhi menyampaikan seruan kepada rakyat India, bahwa rakyat India berhak membuat garam sendiri dan mempertahankan hak-hak hidup dan tanpa harus tunduk peraturan kolonial Inggris. Gerakan ini menunjukkan kekuatan moral dan disiplin perjuangan tanpa kekerasan yang akhirnya Bangsa India keluar dari penjajahan Inggris, pada tanggal 15 Agustus 1947.
Perjuangan tanpa kekerasan ini, Gandhi mengajarkan kepada semua orang yang selalu merinduhkan akan kedamaian dan kebahagian. Tiap orang pentingnya memiliki moral yang baik dan mempertahankan nilai-nilai hidup dan hidupnya tidak pernah tergantung pada orang asing atau tidak tergantung pada kolonial. Karena kita berhak untuk hidup mandiri dan kita berhak untuk berpikir sendiri menuju kedamaian sejati. Kolonial itu hanya tahu menciptaan kekerasan dan selalu dibungkam pada setiap kebenaran. Sehingga perjuangan tanpa kekersan, Mahatma Gandhi mengajarkan kepada kita semua bahwa pentingnya mempertahankan nilai-nilai hidup. Salah satu hal penting yang benar-benar mempertahankannya adalah menjaga tanah, menjaga dusun, jangan jual tanah dan jangan jual dusun adalah perjuangan tanpa kekerasan. Khusus Orang Asli Papua (OAP) bisa menimba air di sumur sendiri. Artinya bahwa jika anda bikin kebun anda bisa makan dan jika anda menjaga tanah dan dusun anda akan menikmati hidup dengan segala kekayaan alam. Dan sebaliknya jika anda jual tanah dan dusun dan tidak menjaganya anak-anak dan cucu-cucumu ke depan, mereka akan tinggal di mana?



Komentar
Posting Komentar