GERTAK: Menanam Harapan, Merawat Cinta, Menjaga Tanah Papua
Oleh: Yulianus Kebadabi kadepa
GERTAK, singkatan dari Gerakan Tungku Api Keuskupan Timika, merupakan sebuah gerakan moral dan budaya yang bertujuan menanam harapan hidup dari, oleh, dan untuk cinta. Dalam kehidupan manusia, cinta bukan hanya perasaan tetapi ini adalah kekuatan yang menggerakkan manusia untuk hidup, bekerja, dan menjaga warisan leluhur.
Salah satu bentuk nyata dari cinta adalah berkebun. Dalam budaya Papua, kerja kebun bukan sekadar aktivitas ekonomi, tetapi warisan hidup yang diwariskan turun-temurun. Almarhum Uskup Keuskupan Timika, Mgr. John Philip Saklil, Pr., pernah berpesan: "Jangan pernah jual tanah, hiduplah dari kerja kebun." Pesan ini bukan hanya ajakan untuk kembali ke kebun, melainkan juga seruan moral untuk tidak menjual tanah adat yang telah menjadi sumber hidup masyarakat Papua selama berabad-abad.
Tanah Papua Adalah Mama
Tanah Papua bukan tanah kosong. Tanah ini hidup, subur, dan indah. Ia adalah “mama” bagi orang Papua, memberi makan, perlindungan, dalam kehidupan. Menjual tanah berarti menjual bagian dari identitas dan jiwa masyarakat itu sendiri.
Di tengah arus modernisasi dan godaan ekonomi jangka pendek, banyak masyarakat mulai tergoda untuk menjual tanah demi keuntungan sesaat. Namun, harga yang harus dibayar jauh lebih mahal, hilangnya kedaulatan, budaya, dan keberlangsungan hidup generasi berikutnya.
Meneladani Cinta dalam Kerja
Sebagai anak Papua, saya meneladani warisan cinta dari kedua orang tua saya. Mereka tidak hanya mengajarkan kerja keras, tetapi juga hidup dalam cinta dan kesetiaan terhadap tanah leluhur. Apa yang mereka rasakan setiap hari,.peluh di kebun, kerja tanpa lelah dan kini menjadi bagian dari hidup saya juga. Kerja bukan hanya cerita, tetapi bukti dari cinta kasih yang diwariskan.
Menerima dan Menggerakkan Generasi Muda
Saatnya para penjaga warisan leluhur membuka ruang bagi generasi muda Papua. Mereka harus diterima, dibimbing, dan diajak untuk mencintai tanah serta budaya mereka sendiri. Mewarisi cinta dari orang tua adalah tugas mulia yang harus dijaga dan diteruskan.
Melalui GERTAK, mari kita tumbuhkan kembali semangat hidup yang berpijak pada nilai cinta, kerja, dan keberlanjutan. Hidup untuk cinta dan cinta untuk hidup adalah jalan agar manusia tetap terhubung dengan alam semesta, dengan tanah, dan dengan sesamanya.
Stop Jual Tanah, Rawat Warisan
Mari kita jadikan almarhum Uskup John Philip Saklil sebagai teladan dalam mencintai tanah, mencintai kehidupan, dan mencintai sesama. Warisan nilai-nilai ini harus terus digaungkan: stop jual tanah, dan mari kita hidup dari kerja kebun, dengan penuh cinta, tanggung jawab, dan harapan bagi masa depan Papua.



Komentar
Posting Komentar