SEDERHANA, BAHAGIA, DAN OPTIMIS BERJUANG

 “Tidak ada arti bila kita hebat, lebih baik hidup sederhana, bahagia, dan optimis berjuang.”

Bahagia itu sederhana 


Oleh: Kebadabi Gertak Kadepa 


Di tengah dunia yang begitu memuja pencapaian dan kehebatan, banyak orang berlomba-lomba untuk menjadi yang paling menonjol dengan kesombongan duniawi. Hebat dalam prestasi, hebat dalam popularitas, hebat dalam pencitraan. Tapi apa arti semua itu, bila tidak disertai kebahagiaan? Bila dalam prosesnya, hati terasa kosong dan lelah?

Kehidupan bukan hanya tentang hebat, tapi tentang bermakna dalam kehidupan sehari-hari. Menjadi hebat tak akan berarti jika tidak mampu membawa damai dalam diri. "Cukup terlihat sederhana" Justru, hidup yang sederhana sering kali memberi ruang bagi kita untuk benar-benar merasakan kehidupan tanpa topeng, tanpa tekanan untuk selalu terlihat berhasil dan berjuang, keadilan, kebenaran, dan kebaikan bersama di atas tanah Papua melalui karya tulis menulis dan intelektual yang kita miliki.

Ketika duduk bersama itu Bahagia. Bahagia adalah kekayaan sejati. Ia tumbuh dari rasa syukur atas hal-hal kecil yang kita inginkan. Dari tawa yang jujur, dari waktu bersama orang tercinta, dari langkah sederhana yang membawa tenang. Kita tidak harus punya segalanya untuk merasa cukup. Kesederhanaan membuka jalan bagi hati yang lapang.

Namun, hidup bukan hanya tentang tenang. Kita juga perlu berjuang keras masalah-masalah yang terjadi diatas tanah Papua dengan secara intelektual yang kita miliki. Bukan berjuang demi pujian, tetapi berjuang dengan optimisme untuk bertahan, untuk tumbuh, untuk membuat hidup ini lebih bermakna kepada masyarakat. Orang yang hidup dengan sederhana tapi penuh semangat dan harapan, jauh lebih kuat daripada mereka yang hanya mengejar hebat tanpa tujuan.

Hidup tidak harus sempurna untuk kita syukuri. Tidak perlu menunggu menjadi orang hebat untuk merasa berharga. Yang penting adalah kita terus berjalan bersama dengan hati yang bahagia, pikiran yang tenang, dan semangat yang menyala. Karena yang terpenting bukan siapa kita di mata orang, tapi bagaimana kita mencintai hidup ini dengan penuh kesadaran dan harapan di kemudian hari tanah Papua.

Dengan demikian, Jadilah orang biasa yang bahagia, bukan orang hebat yang lelah mencari arti. Kesederhanaan yang disertai semangat jauh lebih kuat daripada kemewahan yang kosong. "Cukup ada" dengan kemampuan tersendiri. Berjuanglah dengan optimis, karena hidup bukan untuk dihindari, tapi dijalani dengan hati yang terbuka menuju Papua tanah damai.


Wisma Tiga Raja Timika 

Komentar

Postingan Populer