Puisi: Tokoh Adat Papua Bersuara

 

(Suara Rakyat yang Menderita)

Oleh: Yulianus Kebadabi Kadepa 


Aku, penjaga hutan dan lembah
berdiri di atas tanah leluhur
membawa suara yang lama dibungkam
suara rakyatku yang menderita

Kami bukan batu yang tak merasa
kami hidup, bernapas bersama alam
Namun kini hutan kami hilang
air sungai tak lagi suci di tangan

Anak kami lapar di negeri kaya
adab kami dilindas roda besi
Tanah adat dijual tanpa kata
honai-honai roboh oleh janji manis

Aku bersuara bukan karena marah
tetapi karena cinta pada tanah ini
Cinta pada jiwa-jiwa yang tersisih
oleh pembangunan yang tak memihak

Dari lembah Baliem hingga pesisir Aru
suara kami menggema
bukan untuk melawan negara
tetapi untuk menyadarkan bangsa

Hormatilah kami sebagai manusia
dengarkan kami sebagai sesama
Jangan tunggu suara ini jadi amarah
karena kami hanya ingin keadilan yang nyata.


Wisma Tiga Raja Timika 

Komentar

Postingan Populer