Education sebagai Kunci Pembebasan dari Penindasan, Belajar dari Nelson Mandela
Oleh: Martinus D Tenouye
Pendidikan (Nelson Mandela)
Bagi para pembaca dan pejuang nilai kemanusiaan, keadilan, kedamaian dan kebenaran mereka tidak asing mendengar nama Nelson Mandela. Nelson Mendela adalah salah satu pejuang kebenaran, keadilan, dan kedamian. Ia adalah murid dari Mahatma Gandhi, sebagai pejuang pasti Nelson mengenal baik tentang perjuangan-perjuangan dan ajaran-ajaran dari Mahatma Gandhi. Sekilas tahu tentang perjalanan dan perjuangan Nelson Mandela khususnya aspek pendidikan. Bagi Nelson Mandela pendidikan adalah senjata ampuh yang bisa mengalahkan penindasan dan penjajahan. Seperti dalam kalimat kutipan berikut.
“Nelson Mandela memandang pendidikan sebagai senjata paling ampuh untuk mengubah dunia dan kunci pembebasan dari penindasaan. Baginya, pendidikan bukan sekedar akademis melainkan membentuk kesadaran agar seseorang berani menuntut hak dan melawan ketidakadilan, serta menjadi alat utama untuk memajukn kesetaraan sosial”
Dengan pendidikan orang berpikir bebas, hidup bebas, bernafas bebas, beraktivitas bebas. Oleh sebab itu dengan pendidikan orang bebas dari penindasan dan penderitaan. Bukan hanya bebas dari penderitaan dan penjajahan tetapi orang akan bebas dari semua keramaian kepalsuan dunia. Dalam konteks penjajahan dan penderitaan bukan hanya aspek fisik, akan tetapi penjajahan yang dimaksudkan di sini ialah salah berpikir, salah belajar, sistim pendidikan yang salah, sikap relasi yang palsu dan sebagainya. Seluruh aspek itu kalau salah dijalankan maka itu bisa disebut bentuk penjajahan.
Apakah ada dalam negara ini sistem dan sikap seperti ini? Dalam suatu negara rakyat atau masyarakat yang ditemukan menderita, disiksa, ditindas, dibelakangkan maka negara tersebut benar-benar belum merdeka. Negara itu belum benar-benar merdeka, karena ia akan menciptakan banyak masalah sehingga ia tidak tahu bagaimana mengatur rakyatnya. Negara yang sudah merdeka tetapi pemimpinnya tidak tahu bagaimana mengatur negara dan rakyatnya, kemungkunan besar rakyatnya tetap menderita. Apakah negara Indonesia sudah benar-benar merdeka? Jawabannya adalah Indonesia belum benar-benar merdeka. Bukan negara yang belum merdeka tetapi manusia yang belum merdeka karena atau seorang pemimpin dalam negara itu yang belum.
Pendidikan
Pendidikan adalah proses pembelajaran dan pembinaan yang dilakukan secara sadar untuk mengembangkan potensi, karakter,kecerdasan dan keterampilan. Ini proses bertujuan membentuk individu agar lebih kritis, mandiri. https:/www. apaitupendidikan.id.com. Bagi Mandela, pendidikan bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis. Pendidikan adalah proses membentuk kesadaran, memahami hak, serta berani bersuara ketika ada ketidakadilan dalam hidup. https:/kemendikdasmen.artikel.com. Pendidikan sendiri mengajak orang untuk berani bersuara ketika terjadi kekerasan, kejahatan dan ketidakadilan dalam negara.
Dengan pendidikan orang berani berdiri di garis depan, karena dari Pendidikan mengajak banyak hal bagaimana orang mejadi berani, berkarakter, berkritis, mandiri dan kuat. Ini adalah sikap-sikap atau bisa dibilang senjata ampuh melawan ketidakadilan.
Dalam hal ini Nelonson Mandela mendorong orang untuk mengutamakan Pendidikan sebagai senjata paling ampuh dan kunci mengalahkan ketidakadilan. Nelson Mandela dengan belajar yang tekun dan perjuangan yang keras, pada zamannya ia membela kebenaran, keadilan dan kedamaian. Sayangnya pada saat hendak mau bersuara tentang keadilan, kebenaran dan kedamaian, saat itu penguasa dan pemerintah menghalngi dia. Bahkan Mandela juga banyak kali masuk dalam penjara karena demi kebenaran dan keadilan.
Namun pada waktu itu ia tidak sendiri, teman seperjuangan termasuk gurunya Mahatma Gandhi tetap mengawal Mandela sebagai muridnya. Ini mau menunjukkan bahwa suatu perjuangan itu tidak bisa sendiri oleh sebab itu orang-orang yang berkehendak baik untuk memperjuangkan keadilan, kebenaran dan kedamaian mesti bekerja sama, Mesti bersatu berdiri di garis depan melawan kekerasan, penindasan dan lain-lain.
Pada saat Nelson Mandela bersama kawan-kawan seperjuangan berjuang itu di bawah kolonial dan kekerasan. Pemerintah pada waktu itu berusaha keras supaya perjuangan Nelson Mandela bersama kawan-kawan seperjuangan dibatalkan atau dimogokkan. Namun mereka tidak mau menorah dari berbagai penderitaan. Mereka tetap berjuang demi keadilan, kebenaran.kedamaian.
Pasti saja kalau suatu bangsa hidup di bawah penjajahan selalu mengalami penindasan, dan kekerasan. Dalam konteks penjajahan dan kolonial di mana ada kedua hal tersebut masyarakat selalu mengalami pendiritaa. Karena hak-hak mereka diambil dan dirampos oleh pemerintah.
Masyarakat selalu menyampaikan aspirasi dan pendapat kepada pemerintah tetapi semua informasi terkait realitas itu tidak akan pernah sampai di PBB ataupun pemerintah pusat. Sama hal dengan kehidupan orang Papua. Orang Papua selalu menyampaikan berbagai informasi terkait realitas yang terjadi di tanah Papua kepada pemerintah pusat, pemerintah tidak menjawab dengan baik.
Selain kenayataan di atas pemerintah juga selalu berusaha untuk mendatangkian kekerasan dan kejahatan dalam kehidupan masyarakat. Seperti di Papua TNI/POLRI menjadi dokter dan mantri, TNI/POLRI menjadi guru. Ini namanya Iblis atau kejahatan pemerintah. Sebenarnya TNI/POLRI punya tugas itu bukan guru dan mantri, mereka punya tugas adalah mengayomi dan menjaga masyarakat. Ini salah satu kejahatan yang dibuat oleh pemerintah.
Kita mesti tahu bahwa TNI/POLRI membuat begitu supaya anak-anak Papua itu tidak menjadi pintar. Pemerintah Indoensia juga takut kalau masyarakat Papua itu menjadi pintar, maju, cerdas dll. Sedangkan TNI/POLRI menjadi mantri dan dokter itu supaya orang pasien atau orang sakit yang datang ke rumah sakit itu, mereka tidak ingin melayani pasien dengan baik. Sehingga TNI/POLRI punya rencana negatif dalam hal ini adalah bukan mengutamkan nyawa tetapi menghilagkan satu nyawa.
Sudah beberapa tahun yang lama orang Papua hidup bersama dengan Negara Indonesia. Sepanjang tahun sampai saat ini orang Papua mengalami berbagai penderitaa. Penderitaan itu tidak bisa terhitung dengan jari Hak-hak masyarakat diambil, dirampas, manusia dibunuh, ditembak, dipenjarah, disiksa dan diperkosa. Pemerintah Indonesia membuat kejahatan terhadap OAP paling besar di dunia.
OAP mesti ingat bahwa sementara OAP hidup bersama dengan kolonialisme Indonesia orang Papua tidak akan pernah lepas dari penderitaan. berbagai macam penderitaan orang Papua tidak akan pernah keluar dari penderitaan itu kalau orang Papua hidup bersama dengan Papua. Karena namanya kolonial memiliki namanya keadilan, kebenaran dan kedamaian. Namanya hal-hal baik itu sebuah kolonial tidak mengenal nilai kemanusiaan dan nilai positif lainya.
Di mana ada kolonial di situ banyak muncul kejahatan, kekerasan, penindasan, penderitaan, perampasan tanah dll. Di dalam sebuah kolonial tetap akan ada kejahatan, kekerasan, dan penindasan. Mereka tidak punya rumah dan tidak punya tempat tinggal sehingga mereka selalu berusaha untuk menciptakan kejahatan. Namanya kolonial dalam kehidupan masyarakat tidak pernah nyaman, aman dan damai karena sebuah kolonialisme tidak mengenal sikap-sikap kemanusiaan, kepedulian, kesejaterahan. Kolonial dan kekuasaan mereka takut kalau masyarakat itu tekun membaca dan berani kritik. Kolonial dan kekuasaan menjadi takut kalau masyarakat itu menjadi pintar, cerdas dan bijak.
Khusus OAP kita sudah tau tentang realitas yang terjadi di Papua. Dalam sebuah tulisan ini kita bisa belajar. Bahwa ketika suatu bangsa hidup di bawah kolonialisme masyarakat tidak akan perndah merasakan hidup yang tenang dan damai. Sehingga penulis ingin mengajak kepada masyarakat lebih khususnya anak muda Papua, bahwa pentingnya mengutamakan Pendidikan. Karena dengan Pendidikan kita bisa berpikir bebas, dan kita mampu melawan namanya kekerasan dan ketidakadilan dalam hidup. Demi masa depan Papua kita jadikan pendidikan sebagai tugas utama. Sebagai anak muda, waktu yang ada dan kesempatan yang ada kita harus gunakan untuk membaca, menulis dan belajar berpikir kritis. karena dengan belajar itu kita bisa bebas dari penderitaan.



Komentar
Posting Komentar