Literasi: Menyalakan Pelita dari gubuk Wadogouby


 (Dari Gubuk Kecil, Menuju Mimpi Besar, Hidup literasi! Hidup Gubuk Wadogouby!)

Oleh: Yulianus Kebadabi kadepa 


Hari ini, 6 Juni 2025, kami kembali memandang gubuk kecil ini adalah tempat segalanya bermula. Di Wadogouby, Perumnas 2 Waena, Jayapura, Papua, literasi tidak lahir dari kemewahan atau fasilitas serba cukup. Ia lahir dari kehendak untuk bangkit dari ketertinggalan, berjaya melawan sunyi, dan konsisten membangun mimpi meski dengan tantangan zaman modern.

Gubuk Wadogouby bukan sekadar tempat biasa atau bermain melainkan tempat dimana kita berdiskusi bersama dan membagikan pengalaman-pengalaman. Di gubuk Wadogouby adalah simbol dari perjuangan, dari ketekunan tanpa pamrih. Di sinilah kami menyulam harapan: bahwa literasi bisa mengubah hidup dan kehidupan komunitas di Gubuk Wadogouby.

Kami percaya, kekuatan sejati literasi terletak pada kasih sayang. Kasih pada ilmu. Sayang pada generasi. Maka kami hidupkan filosofi ini: 

"Katakan Pada Cintamu; Aku Adalah Kasih. Engkau Adalah Sayang. Kita Adalah Kasih Sayang."

Itulah nafas kami akan menumbuhkan generasi yang berpikir, merasakan, dan mencipta dengan cinta. Karena hanya dengan kasih sayang, ilmu menjadi lentera, dan literasi menjadi jalan pulang menuju kemanusiaan.

Pada 6 Juni ini bukan akhir. Ia adalah penanda bahwa mimpi kami masih jauh, tapi langkah kami tak akan berhenti. Dari Wadogouby, kami tidak sekadar membaca buku tentang kami sedang menulis sejarah kecil tentang harapan besar di masa depan melalui literasi.

Gubuk Wadogouby, 06 Juni 2025

Komentar

Postingan Populer