MENGUKIR PROSES PENDIDIKAN “TAHU DAN MAU”
(Refleksi hidup dan perjuangan)
![]() |
| Anikidi |
| Oleh: kadepa Gertak Kebadabi Kita semua tahu bahwa betapa pentingnya hidup ini pahit mengiringi perjalanan hidup kita. Hidup ini di warnai sebuah tulisan yang berkaitan dengan latihan yang dilakukan oleh manusia untuk mencapai tujuan hidupnya. Kita mengerti tentang tahu adalah bagian dari melihat (menyaksikan, mengalami, mengenal dan sebagainya. Pada saat memahami realitas proses pendidikan kita, kita tidak tahu akan ke mana masa depan tetapi ketika induksi pengetahuan nanti akan kesadaran diri dari proses pendidikan dan perubahan dunia masa depan. Untuk masa depan merupakan tujuan utama dari perjuangan yang merangkul semua pengorbanan atas perjuangan. Kita hidup hanya sekali untuk selamanya maka selagi kita hidup kita mampu berjuang dengan sepenuh hati. Perjuangan dari pengorbanan kemudian sukses bukan dari sukses dari pengorbanan itu adalah pikirannya tidak normal. Pendidikan merupakan sebuah proses yang perlu diupayakan oleh manusia menjadi memanusiakan melalui pendidikan. Pertanyaannya adalah apakah pendidikan itu penting dari pada hidup? Jawabannya adalah Hidup lebih penting dari pada pendidikan karena kita hidup kita belajar dimana saja kita berada. Perjuangan kita tidak pernah berakhir akan ada dan mungkin ada sampai dunia akhirat nanti. Kita perlu ketahui bahwa perjuangan pendidikan kita membutuhkan kesadaran, kesadaran membutuhkan waktu, waktu membutuhkan proses pendidikan dan perjalanan hidup kita. Perjuangan kita tidak pernah menyerah maka disana akan ada menunggu kesuksesan. Ketahuilah ketika kita perlu memperjuangkan masa depan kita pasti disitu kita menangis. Tangisan Air mata itu alam semesta menjadi saksi bisu. Secara alam semesta menahan nafasnya untuk melihat arah mana yang kita akan di pilih Almarhum. Mgr Jhon Plip Saklil Uskup keuskupan Timika mengatakan “ masa kini telah ditata oleh aktor masa lalu, tetapi masa depan ditata oleh aktor masa kini” Masa depan kita ibaratkan dengan sebuah jalan raya dan diatas jalan aspal. Diatas jalan aspal itu pasti ada kurasakan jalan aspal. Tentu dalam perjalanan pendidikan juga sama, ketika dalam perjalanan menuju kesuksesan sejati kita menghadapi tantangan dunia pendidikan. Kita percaya bahwa hidup ini layak dijalani dan melalui keyakinan kita akan membantu masa depan kita. Setiap kesulitan akan membawa pengalaman-pengalaman menjadi guru terbaik dalam sejarah hidup ini. Dalam proses perjalanan hidup kita mesti ada kesulitan dan kesusahan akan membawa pengalaman yang menginspirasi dan memotivasi diri sendiri. Ditengah-tengah itu masa-masa sulit dalam hidup adalah sebuah berkah. Jika ketika harapan dimata kita di perlukan untuk berjuang di masa-masa sulit. “ Kita berjuang dengan cara kesusahan pasti ada jalan keluar menuju kesuksesan” kalau kita berjuang dengan penuh istimewa dengan kekayaan diatas kekayaan kesuksesan pun akan Stenga-stenga. Kita mengerti bahwa sebuah kesuksesan itu pasti ada gagal, kegagalan itu hal biasa, terus mencoba menjadi luar biasa. Karena seluruh kesuksesan itu berawal dari beribu-ribu kegagalan. Maka kita harus mencintai yang pahit adalah cara terbaik karena pada hakikatnya pahit senantiasa diwarnai dalam bingkai kehidupan, dengan mencintai yang pahit di sana ada manis yang di sediakan. Selamat menikmati perjuangan dan mencintai badai. (*) |
Selamat hari pendidikan Nasional, 2025



Komentar
Posting Komentar